My Blog

Selasa, 04 Januari 2011

MENANTI MENTARI

Baru saja aku menikmati indahnya mentari pagi, namun tak lama aku harus menyaksikan langit mendung seolah tak kuat menahan air hujan  yang ingin menghempaskannya ke bumi, dan..... turunlah hujan.
            Aku menunggu dan terus menunggu hujan digantikan sang mentari, namun rasanya keinginanku itu masih lama terwujud, karena belum ada tanda-tanda hujan untuk berhenti.Sampai kapan aku harus menunggu mentari itu datang, Tuhan tolong lihatkanlah aku mentari yang indah, mungkin melihat mentari bagi orang lain tidaklah berarti apa-apa, namun bagiku dengan datangnya sang mentari membuatku jauh lebih bahagia dari pada menyanding mendung dan hujan yang tak berhenti juga.

            Tiba-tiba ada seseorang menghampiriku, dan dia bertanya padaku
“aku perhatikan kau sedang menunggu sesuatu dari tadi, apa kah benar ?”
Aku menjawab” iya, benar aku sedang menunggu sesuatu”
Dia tampaknya penasaran dan bertanya lagi padaku “apa yang sedang kau tunggu disaat hujan seperti ini, bukankah lebih baik kau melakukan hal lain yang bisa menunggu hujan reda dari pada kamu termangu sendiri disini”.
Aku menjawabnya dengan sedikit menjelaskan “ kamu ingin tau apa yang sedang aku tunggu, yang aku tunngu adalah munculnya sang mentari, mungkin bagimu terdengar sangat konyol, namun baguku tidak seperti itu, dengan munculnya mentari setelah hujan membuat suasana yang menyenangkan di dalam hatiku”
“setelah mentari muncul, apa yang ingin kau lakukan ?”
”aku ingin melakukan hal-hal yang menyenangkan tanpa harus takut kehujanan, tanpa harus repot memakai jas hujan, dan payung.”
”Hey, bukankah tanpa mentari orang-orang diluar sana masih tetap malakukan aktifitas seperti biasa, tidak selamanya mentari menemanimu ada kalanya hujan turun untuk memberi manfaat untuk makhluk lain seperti halnya tumbuh-tumbuhan dan lain-lain.”

            Setelah mendengar kata-katanya aku baru sadar bahwa mentari tak bisa menemaniku selamanya seperti yang aku mau, betapa egois jika aku ingin mentari hanya untuk ku sendiri, lalau bagaimana dengan makhluk lain yang memebutuhkan air hujan.

            Selama ini aku menunggu mentari karna ibaratkan bahagia yang sempat aku miliki, kebebasan yang aku rasakan tanpa harus ada air mata,sakit hati, dan menyakiti, namun ada kalanya cobaan dan air mata hadir dalam hidup kita, agar kita selalu mengingat-Nya.

            Meski tanpa mentari akupun tetap bisa melakukan kebebasan  dan itu benar, selama ini aku salah jika terus-menerus mengharap mentari yang tak munkin selamanya hadir untukku.

            Bukan masa-masa aku lagi saat ini, jika yang aku tahu hanyalah bahgia...bahagia...dan bahgia..,munkinkah aku tega disaat aku tertawa bahgia namun disisi lain ada yang menedrita, akupun harus membagi bahagiaku dengan mereka yang merasa menderita, atau paling tidak aku menahan bahgaiku dulu dan aku merasakan derita yang mereka tanggung, itu arti sebuah kehidupan.


By : Ike Wulandari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar