My Blog

Rabu, 11 Agustus 2010

Blood Clots


GEJALA

Gejala pembekuan darah didasarkan pada dimana bekuan darah terdapat:

•    Pada paru-paru, gejalanya adalah sakit dada yang tajam, detak jantung yang cepat, 
      batuk yang diwarnai darah, napas pendek dan demam ringan
•    Pada lengan atau kaki, gejalanya adalah gangguan penglihatan, lemah, penurunan cara 
      berbicara, pembengkakan dan sedikit warna kebiruan. Jika terdapat di pembuluh 
      darah, akan menyebabkan pembengkakan dan lebam.
•    Pada otak, gejalanya adalah gangguan penglihatan, lemah, penurunan cara berbicara,
      menyebabkan stroke atau kejadian ketidak cukupan suplai darah ke otak untuk 
      sementara waktu.
•    Jantung, gejalanya adalah rasa sakit pada dada karena serangan jantung. Bekuan 
      darah terbentuk pada jantung juga dapat terbawa menuju organ lain atau arteri 
      tubuh. Kondisi yang dapat menyebabkan bekuan darah yang terbentuk di dalam 
      jantung antara lain gangguan pada katup jantung, serangan jantung sebelumnya, atrial 
      fibrillation dan kegagalan jantung.
       Perut, gejalanya adalah sakit yang parah pada area bagian perut, muntah dan/atau   
      diare.




Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab

Kondisi tertentu yang menyebabkan bekuan darah antara lain:
•    Platelet merupakan sel darah khusus yang menggumpal untuk membentuk “sumbatan”, 
      membantu untuk menghentikan pendarahan.
•    Faktor yang menyebabkan membekunya darah adalah protein di dalam darah yang
     terkait, sepanjang platelet menyusun pembekuan.
•    Kerusakan pada endothelial – kerusakan pada jalur pembuluh darah dan jantung dapat 
      menentukan dimana bekuan darah terbentuk.
•    Lambatnya aliran darah atau pergolakan aliran darah akan mempengaruhi terbentuknya
      bekuan darah.


Faktor risiko

Beberapa faktor yang dapat memperbesar risiko terjadinya pembekuan darah antara lain:
•    Atherosclerosis
•    Tekanan darah tinggi
•    Serangan jantung atau stroke sebelumnya
•    Gangguan pada katup jantung
•    Kegagalan jantung
•    Trauma pada pembuluh darah, sebagai contoh akibat kecelakaan, operasi atau terbakar
•    Meningkatnya kadar platelet dikarenakan kekacauan genetik
•    Infeksi
•    Pembengkakan pada usus
•    Kehamilan
•    Gangguan sistem imun
•    Kanker tertentu
•    Masalah pada vascular
•    Ketidak aktifan tubuh
•    Gangguan pada gunjal

Sebagai tambahan, gaya hidup berikut ini dapat meningkatkan risiko:
•    Merokok
•    Obesitas (lebih dari 10kg kelebihan berat badan)
•    Lemah dalam berolahraga
•    Penggunaan pil KB, khususnya jenis yang berdosis tinggi
•    Esterogen dosis tinggi, atau terapi pengganti hormon
•    Duduk pada satu posisi untuk waktu yang lama (seperti ketika di dalam pesawat)

Pencegahan

•    Pasien yang diketahui dengan kondisi cardiovascular, seperti atherosclerosis, tekanan 
      darah tinggi, gangguan pada katup jantung, kegagalan jantung, atrial fibrillation,
      pemekaran pembuluh dan aneurisma. Kondisi ini membutuhkan pengobatan yang tepat, 
      yang sering termasuk obat anti pembekuan darah.
•    Pasien yang menjalani operasi, khususnya setelah dalam waktu yang lama tidak 
      bergerak, membutuhkan obat anti pembekuan darah dengan jenis yang spesifik dalam 
     waktu satu atau dua hari menjelang operasi, dan juga sering diberikan kaus kaki 
      pendukung untuk dipakai dengan segera saat dan/atau setelah operasi.
•    Penumpang pesawat (penerbangan jarak jauh) dapat mengambil manfaat dari aspirin    
     dan kaus kaki pendukung, tapi pencegahan terbaik adalah memiliki cukup air dalam 
     tubuh dan bergerak secara rutin.
•    Pasien dengan trauma fisik tertentu harus secara teliti diamati mengenai terbentuknya
     bekuan darah, khususnya pada pasien yang diketahui memiliki kanker atau beberapa 
gangguan sistem imun tubuh.
•    Kehamilan juga merupakan periode dengan risiko yang tinggi, tapi kecurigaan yang 
      sama juga harus diperhatikan pada pasien yang menggunakan pil KB, khususnya jika 
      dikombinasikan dengan pemekaran pembuluh darah dan merokok.
•    Secara umum, menjaga berat badan, tidak merokok dan olahraga rutin bermanfaat
      bagi setiap orang. Pasien yang berusia di atas 50 tahun sering menggunakan aspirin 
      untuk alasan lain, dan ini dapat juga membantu mencegah pembekuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar